
Kenapa Game Grafis Jadul Masih Banyak Penggemarnya?
Sebelum masuk ke list, penting buat tahu satu hal: grafis
bukan segalanya. Banyak game lama atau game ber-grafis sederhana yang
justru menawarkan gameplay mendalam, mekanik unik, dan pengalaman bermain yang
lebih memorable. Alasan lain kenapa game jadul masih dicintai pemain sampai
sekarang antara lain:
1. Ringan untuk semua PC.
Nggak semua gamer punya PC mahal. Game grafis jadul cenderung minim
spesifikasi, jadi tetap bisa dimainkan di perangkat low-end tanpa lag.
2. Fokus pada gameplay, bukan visual.
Developer zaman dulu lebih mengutamakan kreativitas mekanik. Hasilnya? Game
yang seru dan tahan lama, bukan sekadar “wow” di awal lalu cepat membosankan.
3. Nostalgia dan vibes klasik.
Buat banyak gamer, game-game lama membawa kenangan masa kecil, warnet, atau
pengalaman gaming pertama kali. Vibes seperti itu susah tergantikan.
Dan yang jelas, game grafis jadul biasanya punya komunitas
loyal yang tetap aktif sampai hari ini.
Rekomendasi Game Grafis Jadul yang Gameplay-nya Tetap
Mantap
Sekarang kita masuk ke list yang kamu tunggu. Ini dia
beberapa game PC grafis jadul yang masih layak dimainkan kapan saja.
1. Half-Life (1998)
Walaupun grafisnya terlihat kaku untuk ukuran game modern, gameplay Half-Life
masih jadi salah satu yang terbaik. Alur cerita, pacing, dan atmosfernya
dibangun dengan sangat rapi. Nggak heran game ini jadi inspirasi banyak game
FPS modern.
2. StarCraft: Brood War (1998)
Kalau suka game strategi real-time yang bikin otak dipaksa mikir cepat, StarCraft
adalah legenda. Gameplay-nya presisi, seimbang, dan sangat kompetitif. Sampai
sekarang pun masih dimainkan di turnamen esports Korea.
3. Diablo II (2000)
Game hack-and-slash klasik yang gameplay-nya tak tertandingi. Sistem loot,
variasi build karakter, dan atmosfer gelapnya membuat Diablo II tetap
dianggap salah satu RPG terbaik sepanjang masa.
4. Age of Empires II (1999)
Game strategi yang nggak pernah mati. Meski tampilannya sederhana, mekanik-nya
dalam banget. Mau main santai atau kompetitif? Semua bisa. Sampai tahun-tahun
terakhir pun masih terus mendapat update melalui versi Definitive Edition.
5. Counter-Strike 1.6 (2003)
Siapa warga warnet yang nggak kenal CS 1.6? Meski grafiknya kotak-kotak,
gameplay tactical shooter-nya masih relevan sampai sekarang. Banyak pemain
menganggap versi klasik ini lebih “murni” dan lebih menantang.
6. The Elder Scrolls III: Morrowind (2002)
Game RPG open-world yang sangat dalam. Tampilannya memang kasar, tapi kebebasan
eksplorasi, sistem roleplay, dan lore dunia Tamriel terasa jauh lebih kaya
dibanding banyak game baru.
7. Gothic II (2002)
Game RPG underrated yang punya combat cukup sulit namun memuaskan. Dunia dan
quest-nya terasa hidup, bahkan tanpa grafis modern.
8. RollerCoaster Tycoon (1999)
Game simulasi membangun taman hiburan ini punya gameplay simpel tapi bikin
ketagihan. Kamu bisa membuat roller coaster dari nol, mengatur keuangan, hingga
mengelola pengunjung.
9. Left 4 Dead (2008)
Walaupun tidak terlalu jadul, visual L4D sudah terlihat klasik. Tapi gameplay
co-op zombie shooter-nya? Masih jadi yang terbaik. Ritme permainan cepat,
chaotic, dan bikin ketagihan.
10. Heroes of Might and Magic III (1999)
Salah satu game strategi turn-based terbaik sepanjang masa. Mekaniknya
seimbang, dunia fantasinya indah meski sederhana, dan replay value-nya luar
biasa besar.
Game-game di atas membuktikan bahwa grafis hanyalah bonus,
bukan penentu kualitas. Justru banyak game jadul lebih fokus pada gameplay
solid yang bisa dinikmati meski dimainkan berulang-ulang. Kalau kamu merasa
game modern mulai terasa repetitif, coba deh balik sebentar ke era klasik.
Siapa tahu kamu ketemu game favorit baru di sana—meski grafisnya jadul, fun
factor-nya tetap mantap!
Kalau kamu butuh rekomendasi lebih banyak, tinggal bilang
saja. Siap bantu kapan pun!
